Wednesday, July 22, 2015

moga baik-baik aja
si pemilik senyum paling manis

.

Monday, July 6, 2015

teruntuk mu "hatiku"
inginku bersuara
merangkai semua tanya
imaji yang terindah

Saturday, November 29, 2014

sepertiga malam

waktu malam kadang mampu jadi paling melenakan
kadang mampu jadi paling menyenangkan buat penghuni bumi

namun bagi segelintirnya,
Tuhan campakkan rasa tidak enak menjadikan si hamba terus berjaga mengenang dosa-dosa yang tak terkira

lalu bangkitlah mereka dari pembaringan yang empuk, merapati kemas raut wajah ke hamparan sejadah, menagih ampun pada Pengampun Dosa

sepertiga malam itu, si hamba lena didalam keampunan Rabbnya.

at Tahrim : 8

Thursday, September 11, 2014

tak kenal rupa

ujian tak kenal rupa, tak kenal mangsa


yang punya istana dirompak
yang punya teres juga dirompak
kedua-duanya kemudian berduka


yang bertudung diperkosa
yang berbaju ketat pun diperkosa
kedua-duanya kemudian berduka


usahawan yang solat tak pernah lupa boleh bankrap
usahawan yang tinggal solat juga bisa bankrap
kedua-duanya kemudian berduka

kerana ujian tak kenal rupa


Tuhan itu timpakan ujian, kerna kasih pada hambaNya
Tuhan mengasihi kalian, baik yang bertudung, baik yang tidak
Baik yang solat baik yang tidak
Baik yang penyayang, baik yang kaki terajang
Dia biar kau jatuh, untuk nanti kau bangkit semula, dengan penuh percaya pada Dia

Ujian punya jeda untuk kau imbas tentang kebesaranNya
Bersyukurlah saat diuji
Itu peluang untuk pulang pada Ilahi




Monday, August 25, 2014

hati

sekian wajah ini merindukan tangis yang membasahi
meminta-minta pada Ilahi
mencari-cari makanan rohani
bagi menyuci sekeping hati




Friday, August 15, 2014

hukum

diri ini sedang kehancuran dimamah dosa yang tak terbilang

bagaimana perlu, aku menghukum diri?

Wednesday, July 16, 2014

tiada yang kedua

carilah Tuhan mu dalam rantai rantai doa yang takkan hapus
carilah Tuhan mu pada titis titis air mata yang tak putus
kerna dalam keserabutan yang kau lalu,
pemudahnya selalu aja Allah Yang Satu.
takkan ada yang kedua, cuma Allah Yang Esa






'tiada yang kedua' versi repaired. saya ambil terus dari page FB : Sembilan
bergerak lebih aktif dengan lagi 8 orang penulis di bawah page tersebut,

lalu saya mohon kawan-kawan, untuk panjangkan mengenai usaha dakwah kecil kami melalui page FB : Sembilan. 

Syukron jazilan.

Sunday, June 15, 2014

anak kecil

ruang ini bisa jadi tangis, teriak, senyum, ketawa, gementar, cemburu, dan risau ku yang tak terzahir pada jasad,

cuma di ruang ini, dan pastinya pada Yang Maha Mengetahui tiap yang menyepi pada satu sudut daerah hati


moga aku terus-terus menjadi si anak kecil lemah yang mengadu, meminta, melepaskan semuanya padaMu

Wednesday, May 21, 2014

paku

rasa cemburu ini perlu dipaku
biar tak tanggal menggangu aku
kerna hati ini adanya cuma satu



Monday, March 31, 2014

seinfiniti bahagia

aku tahu

ruang alam kita penuh dihuni rindu
terlalu banyak yang terimbas

dalam kosong waktu
ada nikmat lepas yang berlari laju dalam minda
ada nikmat lepas yang masih kau simpan dalam saku

rindu pada tiap tiap nikmat bahagia yang Tuhan beri tak kira masa


bertenanglah
Tuhan sedang menguji
menguji demi melihat kebangkitan kau dari terus disimpul tuntutan dunia
diam diam, Dia menciptakan buatmu seinfiniti bahagia

Kali ini di Cordoba

Bismillah.
(Kali Ini di Cordoba)
berat berat betul dada sesak dengan sebuah ucap yang tak terucap pada tiap-tiap sudut, mencari yang berjilbab
nah ketemu!
"sejahtera ke atas mu" aku ucap cukup bulat, cukup padat dada mulai ringan, kerinduan mengucap sejahtera atas saudara yang kali ini di Cordoba
didepan aku, teguh ampuh, sebuah masjid tapi sayang, langkahku terasa janggal kakiku masih kemas bersarung sepatu ketul-ketul loceng tergantung di ruang menara azan dilaung justeru molek-molek patung kaku tergantung, ini aneh
masjid, bukan gereja gereja, bukan masjid antara duanya, tetap aneh, yang wujudnya di Cordoba
bumi Cordoba itu terpaling tenang, jalannya diam, lengang orangnya sepi, tapi tak garang malamnya nyaman dalam indahnya terang
3 hari jasad, hati, jiwa menyatu kemas satu hati, dan satu lagi menyatu deras menebar doa paling jitu terpejam mata mengimpi kembalinya ISLAM, datang penuh hormat menyinar kembali di bumi Cordoba
ameen.
Tanta, Shah Alam. Shaera, FhnyTmd Februari 17.

Tuesday, December 3, 2013

rumit

laju.
cukup laju ia bergerak,
meninggalkan aku, tanpa ada rangkaian kata yang mampu aku satukan

waktu.
waktu bergerak terlalu laju.


Tuhan,
simpulannya terlalu rumit.


Thursday, October 17, 2013

ibrah




langkah ini perlu aku kecilkan,
kerna ia terlalu laju.

melangkah lebih perlahan, 
agar tiap pandang sisi ku di ambil kira
tidak maju terlalu laju
tidak mundur walaupun sebatu
kerana tiap yang menjadi ada ibrah yang terlihatkan

Tuhan
atur langkahku Tuhan
agar ibrah dariMu takkan satu pun aku lepaskan
agar ibrah dariMu memasak dalam ingatan
agar ibrah dariMu bukan untuk ditinggalkan

maka atur langkahku Tuhan
demi mimpiku menjadi yang terbaik buat ayah ibu
demi mimpiku merasa syurgaMu

an-Nur : 44 
"Allah yang memindahkan malam menjadi siang-yang demikian itu terdapat ibrah(perumpamaan) bagi orang-orang yang celik mata hatinya-(berfikir)"

Yusuf :111
"Dan didalam kisah mereka terdapat ibrah(pelajaran) bagi orang-orang yang celik mata hatinya-(berfikir)"


Monday, August 26, 2013

kasihan

kasihan

terus terus menganiaya
terus terus memberi dusta
terus terus menambah dosa


kasihan
terus terus berbuat demikian rupa



pada dirinya sendiri

Sunday, July 28, 2013

boleh atau tidak?

boleh tidak,
kalau rasa ini menduduki hati lama-lama?

boleh tidak,
rasa ini kekal sepertimana aku sedang merasa sekarang?

boleh tidak,
rasa ini tidak pergi jauh, biarkan aku jatuh, dan kemudian mampir semula semahu ia?

boleh tidak?


rasa kesal pada dosa
rasa terbeban melepaskan masa
rasa rindu pada Yang Esa

Tuhan boleh tidak Kau tetapkan rasa ini pada hati?
agar terkesan pada diri,
agar aku terus merendah hati
demi tulus ikhlas menyembah Mu Yang Abadi.

Wednesday, July 3, 2013

seka.

seka.
seka leleh air mata kamu.

menangisi yang dibelakang itu takkan pernah membawa jaya pada mu jika tidak kau seka leleh air mata itu, dan ukir senyum perlahan-lahan.

jadi seka.
seka leleh air mata mu.

biar benar-benar

kalaupun hampir tapi berjauhan
sekadar menyebut tapi tak didengar
sekadar melihat tapi tak diperhati

tiadalah yang lebih tahu dari Yang Maha Mengetahui


rela biar benar-benar merelakan

sayang biar benar-benar sayangkan

dan aku sisip, doa-doa berunsur kasih buat kalian


kecil hati aku lupakan, sangka buruk aku tolak ketepian.

Tuesday, May 7, 2013

gantung

nah
ambil jiwa ini
ambil mata, telinga juga
seluruh jasad mungkin lebih baik

hiaskan senyum kamu
bidaskan segala kelemahan aku
ceritakan nikmat iman kepadaku
pegang jangan lepas jemariku
katakan ini semua aku mampu lalu!

usai sujud tadi, 
kamulah yang benar-benar aku butuh, 
menongkat aku yang jatuh,
tidak, belum lagi, cuma hampir, hampir jatuh.

kadang, dalam keadaan terlalu lemah,  
sahabatlah yang kita cari, demi kata - kata penguat,
sampai kadang terlupa meletakkan kebergantungan penuh pada Yang Kuasa. 


Tuesday, April 23, 2013

bayang

hargailah.

kerana bila nanti wajah-wajah disampingmu pergi,
yang kau dakapkan cuma bayang-bayang dari kenangan.

dakapnya takkan pernah terasa,
berlalu dingin melepasi diri, layaknya seperti angin.

dan bila aku katakan hargai,
cintanya jauh percuma dari dosa,
pengorbanannya tak mengharap balasan dunia,
kasihannya biar tak ternoda,

sayangnya biar demi surga

Thursday, April 11, 2013

jeda




Dalam hembus-hembus nafas yang kau dapat,
Bersama palit-palit dosa yang merapat,
Takkan pernah terkatup peluang taubat
Yang kemudiannya membawa kau jauh dari jahanam
Takkan pernah

Jadi berdustakah, kalau aku katakan dirimu berharga?

Menjalani hari-hari
hidup di atas lafaz syahadah yang acap kali kau bilangkan
dalam tiap bangun pagimu
ada senyum ayah bonda yang kau jumpakan,
Dalam ketidakmilikan apa-apa
menghirup hembus segala percuma

Masih berdustakah, kalau aku katakan dirimu berharga?

Teman, tulisan ini tiada harga,
Sekadar memperlihatkan tingginya harga dirimu
Sampai berhakkan syurga nan indah
Mari, dalam berpimpinan, kita berlari deras
Demi menemukan Dia, Sang Pemilik nyawa kerdil kita.

Mac 2013. Satu lagi hari kurnia