Tuesday, May 7, 2013

gantung

nah
ambil jiwa ini
ambil mata, telinga juga
seluruh jasad mungkin lebih baik

hiaskan senyum kamu
bidaskan segala kelemahan aku
ceritakan nikmat iman kepadaku
pegang jangan lepas jemariku
katakan ini semua aku mampu lalu!

usai sujud tadi, 
kamulah yang benar-benar aku butuh, 
menongkat aku yang jatuh,
tidak, belum lagi, cuma hampir, hampir jatuh.

kadang, dalam keadaan terlalu lemah,  
sahabatlah yang kita cari, demi kata - kata penguat,
sampai kadang terlupa meletakkan kebergantungan penuh pada Yang Kuasa. 


Tuesday, April 23, 2013

bayang

hargailah.

kerana bila nanti wajah-wajah disampingmu pergi,
yang kau dakapkan cuma bayang-bayang dari kenangan.

dakapnya takkan pernah terasa,
berlalu dingin melepasi diri, layaknya seperti angin.

dan bila aku katakan hargai,
cintanya jauh percuma dari dosa,
pengorbanannya tak mengharap balasan dunia,
kasihannya biar tak ternoda,

sayangnya biar demi surga

Thursday, April 11, 2013

jeda




Dalam hembus-hembus nafas yang kau dapat,
Bersama palit-palit dosa yang merapat,
Takkan pernah terkatup peluang taubat
Yang kemudiannya membawa kau jauh dari jahanam
Takkan pernah

Jadi berdustakah, kalau aku katakan dirimu berharga?

Menjalani hari-hari
hidup di atas lafaz syahadah yang acap kali kau bilangkan
dalam tiap bangun pagimu
ada senyum ayah bonda yang kau jumpakan,
Dalam ketidakmilikan apa-apa
menghirup hembus segala percuma

Masih berdustakah, kalau aku katakan dirimu berharga?

Teman, tulisan ini tiada harga,
Sekadar memperlihatkan tingginya harga dirimu
Sampai berhakkan syurga nan indah
Mari, dalam berpimpinan, kita berlari deras
Demi menemukan Dia, Sang Pemilik nyawa kerdil kita.

Mac 2013. Satu lagi hari kurnia



Sunday, March 24, 2013

pertemuan kedua

perubahan pada kebaikan itu,
sepatutnya menguatkan, bukan melemah.


bukan juga terperosok dan terus mengenang
malah lebih kental, lebih tenang.

Tuhan, terima kasih untuk pertemuan yang kedua tadi. 

Wednesday, March 13, 2013

pendosa


TUHAN!

liciknya syaitan!
besarnya nafsu!
lemahnya iman!

hinggakan airmata hilang harga

TUHAN!

tiada ilah selain Allah
Allah Allah Allah

masakan mampu pendosa ini melepasi tujuh surga nan indah, bertemu denganMu.


TUHAN!

aku pendosa, tuhan
bagaimana caranya lagi!
bagaimana caranya lagi, menjauh dari segenap durjana, demi merasa surga mu

aku pendosa, tuhan
yang mengerikan azab Qabr, yang mengerikan nerakaMu

TUHAN!

atas lafaz syahadahku, sungguh mau aku meminggir dari dosa ini

temukan aku tuhan, dengan kebenaranMu

Tuesday, February 26, 2013

i own nothing now.

tadinya Mak bersuara : "kalaulah mak dapat patah balik pada umur Hany yang sekarang, dengan kehidupan Hany yang sekarang..."

Allah.

pada umur saya yang sekarang itu tak menjadi masalah. semua orang pun nak balik pada usia yang lebih muda. nak perbetul apa yang tak pernah akan jadi peluang untuk diperbetul. masa berjalan.

tapi pada kehidupan saya yang sekarang, NOW THAT ONE. bila mak cakap macam tu, terus dapat fikir, saya hidup, dalam hasil usaha Mak Abah. dalam hasil gaji kerja mereka, dalam rumah, dalam kereta, dalam tiap didik, dalam tiap tiap kekangan dan had yang Mak Abah kasi pada saya. totalnya, inilah kehidupan saya.

tumpang hasil usaha Mak Abah. im growing up, and soon i have to work on it by myself. I OWN NOTHING NOW. SEMUA PUN MAK ABAH KAU YANG KASI.

Allah, terima kasih untuk momen yang Kau beri petang tadi. Semoga Allah terus kurniakan kesihatan yang tak terhingga pada Mak Abah.

bila Mak cakap macam tu,
aku jawab : "belum tentu bila Hany ada pada usia Mak, Hany dapat buat apa yang Mak berjaya buat sekarang"

dalam ketidakmilikan apa apa waktu ini, 
Tuhan beri aku Mak Abah. 

Tuesday, February 5, 2013

mengeluh

tak ada yang lebih perit, dari menyulam dosa pada diri
dalam ketahuan tentang kesalahan
kita buta butakan demi sekelumit rasa yang sekejapan 

kenapa tidak kita biar kebaikan menyusur percuma
ego kita dihimpit nafsu
di kecam hasut syaitan durjana

Tuhan, kalaupun aku rayu, Kau lebih tahu pedih ini
tetapkan jiwa ini Tuhan, dalam menyedari mahal mewah SurgaMu

sakitnya dunia demi Surga nanti