ruang ini bisa jadi tangis, teriak, senyum, ketawa, gementar, cemburu, dan risau ku yang tak terzahir pada jasad,
cuma di ruang ini, dan pastinya pada Yang Maha Mengetahui tiap yang menyepi pada satu sudut daerah hati
moga aku terus-terus menjadi si anak kecil lemah yang mengadu, meminta, melepaskan semuanya padaMu
Sunday, June 15, 2014
Wednesday, May 21, 2014
Monday, March 31, 2014
seinfiniti bahagia
aku tahu
ruang alam kita penuh dihuni rindu
terlalu banyak yang terimbas
dalam kosong waktu
ada nikmat lepas yang berlari laju dalam minda
ada nikmat lepas yang masih kau simpan dalam saku
rindu pada tiap tiap nikmat bahagia yang Tuhan beri tak kira masa
bertenanglah
Tuhan sedang menguji
menguji demi melihat kebangkitan kau dari terus disimpul tuntutan dunia
diam diam, Dia menciptakan buatmu seinfiniti bahagia
ruang alam kita penuh dihuni rindu
terlalu banyak yang terimbas
dalam kosong waktu
ada nikmat lepas yang berlari laju dalam minda
ada nikmat lepas yang masih kau simpan dalam saku
rindu pada tiap tiap nikmat bahagia yang Tuhan beri tak kira masa
bertenanglah
Tuhan sedang menguji
menguji demi melihat kebangkitan kau dari terus disimpul tuntutan dunia
diam diam, Dia menciptakan buatmu seinfiniti bahagia
Kali ini di Cordoba
Bismillah.
(Kali Ini di Cordoba)
berat
berat betul dada
sesak dengan sebuah ucap yang tak terucap
pada tiap-tiap sudut, mencari yang berjilbab
nah
ketemu!
"sejahtera ke atas mu"
aku ucap cukup bulat, cukup padat
dada mulai ringan,
kerinduan mengucap sejahtera atas saudara
yang kali ini di Cordoba
didepan aku,
teguh ampuh, sebuah masjid
tapi sayang,
langkahku terasa janggal
kakiku masih kemas bersarung sepatu
ketul-ketul loceng tergantung di ruang menara azan dilaung
justeru
molek-molek patung kaku tergantung, ini aneh
masjid, bukan gereja
gereja, bukan masjid
antara duanya,
tetap aneh, yang wujudnya di Cordoba
bumi Cordoba itu terpaling tenang,
jalannya diam, lengang
orangnya sepi, tapi tak garang
malamnya nyaman dalam indahnya terang
3 hari
jasad, hati, jiwa menyatu kemas
satu hati, dan satu lagi menyatu deras
menebar doa paling jitu
terpejam mata mengimpi kembalinya ISLAM,
datang penuh hormat menyinar kembali di bumi Cordoba
ameen.
Tanta, Shah Alam.
Shaera, FhnyTmd
Februari 17.
Tuesday, December 3, 2013
rumit
laju.
cukup laju ia bergerak,
meninggalkan aku, tanpa ada rangkaian kata yang mampu aku satukan
waktu.
waktu bergerak terlalu laju.
Tuhan,
simpulannya terlalu rumit.
cukup laju ia bergerak,
meninggalkan aku, tanpa ada rangkaian kata yang mampu aku satukan
waktu.
waktu bergerak terlalu laju.
Tuhan,
simpulannya terlalu rumit.
Thursday, October 17, 2013
ibrah
langkah ini perlu aku kecilkan,
kerna ia terlalu laju.
melangkah lebih perlahan,
agar tiap pandang sisi ku di ambil kira
tidak maju terlalu laju
tidak mundur walaupun sebatu
kerana tiap yang menjadi ada ibrah yang terlihatkan
tidak mundur walaupun sebatu
kerana tiap yang menjadi ada ibrah yang terlihatkan
Tuhan
atur langkahku Tuhan
agar ibrah dariMu takkan satu pun aku lepaskan
agar ibrah dariMu memasak dalam ingatan
agar ibrah dariMu bukan untuk ditinggalkan
maka atur langkahku Tuhan
demi mimpiku menjadi yang terbaik buat ayah ibu
demi mimpiku merasa syurgaMu
an-Nur : 44
"Allah yang memindahkan malam menjadi siang-yang demikian itu terdapat ibrah(perumpamaan) bagi orang-orang yang celik mata hatinya-(berfikir)"
Yusuf :111
"Dan didalam kisah mereka terdapat ibrah(pelajaran) bagi orang-orang yang celik mata hatinya-(berfikir)"
Monday, August 26, 2013
kasihan
kasihan
terus terus menganiaya
terus terus memberi dusta
terus terus menambah dosa
kasihan
terus terus berbuat demikian rupa
pada dirinya sendiri
terus terus menganiaya
terus terus memberi dusta
terus terus menambah dosa
kasihan
terus terus berbuat demikian rupa
pada dirinya sendiri
Subscribe to:
Posts (Atom)
